Moi International Airport, Mombasa Selayang Pandang
| Gelap Gulita - 15 Menit Baru Ada Satu Petugas Bandara Yang Datang Menyalakan Lampu |
Jam 11 siang pesawat Ethiopian Airlines yang membawa aku sekeluarga melayang dari Addis Ababa bersiap siap untuk mendarat di Moi International Airport, suatu bandara Internasional kota Mombasa, Kenya. Dari atas aku perhatikan bandara ini cukup besar, jauh lebih besar dibanding bandara Adi Sucipto Yogyakarta atau Ahmad Yani Semarang. Cocok sekali, Mombasa selaku kota paling besar nomor dua di Kenya memeliki bandara internasional yang begitu besar.
Penumpang Mulai Gelisah Nunggu 15 Menit Dalam Kegelapan |
Ada dua buah runway, runway utama panjangnya sekitar 3 - 3.5 kilometer, sedangkan runway kedua lebih pendek. Perkiraan aku cuma 1 - 1.5 kilometer saja. Runway 1 dilengkapi dengan ILS (Instrument Landing System). Artinya bandara ini memang bandara internasional yang mampu didaratin pesawat besar dan kecil, bukan bandara icak icak sekedar buat gaya gayaan mampu membuatproyek bandara.
![]() |
Mombasa Kota Pantai Dan Pelabuhan Patung Di Bandara Cukup Lumba Lumba |
Turun dari pesawat, semua penumpang jalan kaki menuju counter pemeriksaan passport didalam gedung yang cukup besar dan megah. Tapi aku agak kagetdan was was. Di counter imigrasi ternyata tidak ada petugas imigrasi sama sekali, kosong melompong dan bahkan gelap gulita. Wah, gawat nih, 15 menit menunggu di kegelapan menciptakan fikiran saya mulai ngacau. Membayangkan ada sesuatu peristiwa hebat di Kenya. Mungkin diluar sana ada bom meledak, teroris Al Shabab, Boko Haram, Kudeta menggulingkan pemerintah, wabah penyakit atau dongeng kisah seram lain tentang Afrika yang sering berseliweran di TV, medsos, film dan koran.
| Horeee, Lampu Menyala 15 Menit Nunggu, 30 Menit Berdiri Ngantri |
Ternyata aku salah, nggak ada apa apa di Kenya. Petugas imigrasinya telat datang, klewas klewes minta maaf kepada semua penumpang alasannya adalah rumahnya jauh dan jalanan macet ada pekerjaan pembangunan jalan menuju bandara. Hanya seorang diri, petugas ini tugasnya multi fungsi mulai membuka pintu, menyalakan lampu, menyalakan komputer, mengendalikan antrian, menyingkirkan tanda tanda larangan masuk dan stempel pasport. Lumayan, 15 menit nunggu, 30 menit ngantri. Begitu semua penumpang sudah distempel passportnya, eksklusif komputer dan lampu dimatikan kembali. Si Petugas eksklusif ngloyor entah pergi kemana
| Hanya Satu Petugas Imigrasi melayani 100an Penumpang Ethiopian Airlines |
Hanya Turkish Airlines, Ethiopian Airlines, RwandAir dan Meridiana yang terbang dari luar negeri menuju bandara ini pribadi. Tidak semuanya punya acara melayang tetap saban hari. Pesawat lain pada umumnya pesawat charter, tidak saban hari mendarat di bandara ini contohnya Bravo Airways, Condor, Enter Air dan Neos. Pesawat lokal juga ada, biasanya pesawatnya kecil kecil dengan mesin baling baling. Contohnya Kenya Airways (pesawatnya Embraer), Mombasa Air Safari, Jambo Jet, Fly540 dan Fly SAX.
| Gerbang Masuk Moi International Airport Mombasa, Kenya |
Di halaman luar bandara, terdapat tempat parkir yang sangat luas dengan taxi bandara berwarna kuning terparkir rapi menanti penumpang. Ada dua terminal saja di Moi International Airport ini ialah terminal Kedatangan dan terminal Keberangkatan. Di Terminal Keberangkatan cuma ada satu buah cafe (Rafiki Cafe) dan satu buah Duty Free Shop, namanya Candy Shop. Tempat duduk buat nunggu keberangkatan sungguh banyak tapi saya tungguin nyaris dua jam tetap saja kosong melompong.
![]() |
| Taxi Kuning Moi International Airport Rapi Parkir Sabar Nunggu Penumpang |
Iseng iseng aku ajak ngobrol pramusaji Rafiki Cafe. Saya tanyakan kenapa bandara internasional sebagus dan sebesar ini mampu kosong melompong. Jawabnya, cukup mengejutkan. 'No Mc Donald in Kenya, never....'. Bingung saya mengartikan jawabannya. Ternyata pramusaji yang satu ini benci hingga ke ubun ubun apapun yang berbau Amerika. Terutama pemberitaan TV ala Amerika dan juga medsos yang dianggapnya semua produk Amerika. Satu jam saya ajak ngomong, keluar semua unek uneknya.
![]() |
Mirip Bandara Adi Sucipto Yogya Tapi Moi Airport Jauh Lebih Besar |
Katanya penderita AID yang terbanyak di Amerika, yang dituduh Afrika. Monyet dan hewan Afrikapun tidak luput dari tuduhan selaku sumber penyakit yang mewabah didunia. 'Coba lihat seluruh Kenya, siapa yang AID, Bird Flu, Ebola, Yelow fever ?, Africa is continent friend, hundred countries are in Africa'. Rupanya, orang ini jengkel dengan masifnya pemberitaan negatif ihwal Afrika di TV dan medsos. Medsos bikinan Amerika inilah sumber utama yang membuatturis ogah datang ke Kenya.
Akhir kata, bila anda ke Mombasa, jangan lupa mampir ke Rafiki Cafe dan jumpai Elewa. Sambil ngopi dengarkan cerita ceritanya. Pasti seru.
![]() |
| Mirip Halim Perdana Kusuma Airport Jakarta |
Akhir kata, bila anda ke Mombasa, jangan lupa mampir ke Rafiki Cafe dan jumpai Elewa. Sambil ngopi dengarkan cerita ceritanya. Pasti seru.
| Counter Check In Sepi |
![]() |
| Check In Penumpangnya Sedikit Karena Pesawat Lokal Kecil Dan Masih Baling Baling |
| Rafiki Cafe Lumayan Ada Yang Jual Minuman |
| Ruang Tunggu Keberangkatan 2 - 3 Jam Saya Tungguin Tetap Saja Kosong |
| Candy Shop Jual Permen, Buku Travel Cendera Mata Dan Minuman Kaleng |
![]() |
| Banyak Burung Beterbangan Didalam Airport Ada Wabah Flu Burung Di Amerika Yang Dituduh Burung Di Afrika. |
Baca :
- Kampanye Pemilu Serentak Kenya
- Nyama Choma, Daging Panggang Ala Kenya
- Likoni Ferry Mombasa Kenya
- Ngrasain Makara Bule Di Kenya
- Bling Bling Matatu Kenya
- Diani Beach Mombasa Kenya
- Addis Ababa Bole International Airport Selayang Pandang
- EVisa Cara Mudah Wisata Keluar Negeri Dengan Jari
- Pemegang Passport Indonesia Bisa Kemana Saja






Komentar
Posting Komentar